• 9

    Jul

    Kemana Sepanduknya?

    Saya sudah tinggal di Jakarta hampir 20 tahun lamanya. Waktu yang sangat lama pastinya, tapi percayalah saya tak punya KTP Jakarta. Jadi walaupun tinggal dan pecicilan di Jakarta, besok Rabu tanggal 11 Juli 2012 saya tak ikut dalam aksi coblos gambar cagub. Ya, sudah dekat sekali waktu pemilihan oleh warga. Saya sendiri meski tidak ikut nyoblos rasanya ikut degdegan juga. Kira-kira siapa pemenangnya. Penginnya tentu saja orang yang peduli dengan rakyat miskin seperti saya. Yang mau memberi KTP gratis bagi siapapun yang ingin punya KTP Jakarta. Dan hari ini sudah tidak ada lagi kampanye alias hari tenang. Di pinggir jalan yang tadinya ramai oleh spanduk dan poster kini sudah sepi lagi. Lalu hal ini benar-benar membuat saya bertanya-tanya, ada dimanakah spanduk-spanduk tak terpakai itu? So
  • 2

    Feb

    Menikmati Musim Hujan

    Tidak tahu pasti sejak kapan ada hitung-hitungan menurut waktu bulan kalau pada September sampai April adalah musim penghujan. Walau di jaman sekarang yang serba hiruk pikuk hitung-hitungan semacam itu sudah tak lagi jadi topik pembicaraan, sebagai orang yang pernah melewati masa kecil di kampung yang masyarakatnya sangat peduli dengan musim saya tetap selalu ingat bahkan kadang merenungkan hitung-hitungan itu. Terlebih sekarang, ketika musim tak lagi tentu waktunya sebagaimana mungkin dahulu kala selalu pasti kehadirannya. Yang belakangan mulai saya pikirkan adalah apakah gejala yang muncul belakangan berupa musim yang tak tentu merupakan sesuatu yang baru atau sebenarnya sejak jaman dahulu kala sudah berlangsung hal semacam ini. Orang-orang pintar memang telah sering mengeluarkan pendap
  • 17

    Nov

    Rokok dan Mentalku

    Dulu pernah aku mengharamkan rokok ketika dirasa rokok tak jelas manfaatnya. Namun kesombongan itu ternyata memalukan, karena kemudian aku jadi perokok dalam pergaulan. Dan lama aku memaklumi rokok. Kini ketika paru-paru mulai bermasalah karena gampang terkena batuk dan selalu merasa terganggu ketika ada orang merokok, terpikir lagi soal rokok haram dulu. Apakah ini sikap lazim manusia, membenci pada suatu ketika lalu menyukai di saat lain dengan mudah. Tapi rasanya ada masalah dengan mentalku. Ah!
  • 7

    Sep

    Panas Terus

    Sebulan menjalani puasa di Romadlon kemarin sempat berharap ditutup dengan hujan saat perayaan Iedul Fitri. Sayang harapan tak terpenuhi walau mendung sempat menggunung. Dan kini seminggu setelah lebaran masih tak ada tanda akan turun hujan yang dirindukan. Sebenarnya tak begitu butuh juga pada hujan. Tapi melihat banyak taman menjadi gersang dengan rumput kering dan tanah merekah, rasanya kasihan juga pada tetumbuhan yang mati itu. Bagaimana juga kiranya keadaan di desa sana, para petani dengan segala tanamannya. Akan sampai kapan kiranya, tentu saja tak ada yang tahu. Bahkan tekhnologi yang konon kini sudah demikian canggih pun hanya bisa digunakan untuk pameran. Yang jelas, apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua. Tentu kalau kita mengaku sebagai orang beriman.
  • 29

    Apr

    NII

    NII atawa Negara Nasional Indonesia adalah istilah semata. Saya yakin tak menjelaskan apa-apa kecuali kebodohan
  • 22

    Mar

    Waktu Sempit

    Beginilah hidup. Sebenarnya bisa berlapang-lapang mengisi ruang. Tapi ternyata batasan tak bisa di nafikan. Begitu juga dalam waktu. Dalam ruang yang tak jelas dindingnya, ternyata ada saja saat seperti terjepit dan harus lepas darinya.
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post