• 5

    Jul

    PERANG KUMIS

    Jakarta sepertinya sedang dilanda Perang Kumis. Perang Kumis ini jelas berkaitan dengan Pemilukada yang sekarang sedang gencar-gencarnya kampanye. Tentu perang ini bukan perang fisik gosok-gosokan kumis, tapi cuma slogan. Kalau anda orang Jakarta pasti tahu bahwa salah satu pasangan cagub menggunakan kata KUMIS untuk slogan. Cagub yang terkenal menggunakan kata KUMIS ini adalah pasangan nomor dua, slogannya Jakarta jangan BerKuMis (Berantakan Kumuh dan Miskin). Boleh juga, asal tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi lawan tanding yang berkumis. Tapi sepertinya cagub yang berkumis tak mau tinggal diam, dan caranya perlu diacungi jempol sebab tak menampilkan sikap jengkel. Sikap positipnya terlihat dari slogan tandingan yang dipakai kemudian, yaitu Jakarta harus BerKuMis ( Bersatu, Kuat
  • 24

    Nov

    Banjir

    Semalam (23/11/11)sudah mulai kunikmati banjir. Banjir kecil-kecilan, tapi terjadi di banyak tempat yang kulewati saat menuju rumah. Hujan lebat konon berlangsung sejak menjelang maghrib di daerah Jakarta Selatan, sedang aku baru menemui hujan pada saat maghrib tepatnya ketika berada di stasiun Kalibata. Saat berjalan menuju rumah yang jaraknya tidak jelas karena jalannya berkelok-kelok melewati perumahan padat, saat itulah banjir kulalui dengan perasaan yang sepertinya asyik. Lama tak bermain-main di genangan air, semalam rasanya ingin berlama-lama menikmati percik dan hempasan air yang pastinya kotor karena berasal dari got mampat. Tapi sekali dua kali setahun kuikir tak apalah. Sekarang sudah mendung lagi, terbayang pulang hujan-hujanan lagi dan berkecipak lagi. Semoga banjirnya teta
  • 15

    Nov

    Pesta Sea Games

    Sekarang Indonesia sedang berpersta rupanya. Memimpin klasmen sementara perolehan mendali emas dan tim sepakbolanya bermain luar biasa. Dan biasa, seperti dalam pesta pada umumnya, sikap gegap gempita tak terhindarkan seakan semua yang dirayakan kini layak dilakukan. Mungkin layak, tapi kita sebagai tuan rumah dalam event dua tahunan ini ibarat orang tua yang sedang bermain dengan anak-anak dan keponakan, kalaupun senang mestinya senang dengan tidak melupakan rasa malu karena mengalahkan anak-anak jelas tak ada hebatnya. Ya, kita orang tua bagi mereka. Kita bangsa tua dengan masa lalu yang tercatat sebagai luar biasa. Kita juga negara dengan jumlah penduduk yang seandainya seluruh negara peserta Sea Games digabung belum tentu menyamai dalam hal banyaknya. Jadi santai saja lah, anggap i
  • 1

    Aug

    Selamat Berpuasa

    Hidup di jaman tekhnologi informasi begini yang namanya puasa pasti sulit bukan main. Menahan diri buat makan dan minum tentu mudah, tapi menahan diri agar tidak berkata yang tidak baik pasti sulit. Karena tidak ngomong lisan sangat mungkin akan ngomong lewat tulisan. Sekarang ada facebook, ada twitter dan lain-lain yang selalu menggoda kita agar cuap-cuap sampai muak. Semoga kita tetap terlindungi di jaman sulit ini. Selamat berpuasa.
  • 4

    Jul

    Hujan Turun Lagi

    Setelah tak ada hujan beberapa pekan kini sepertinya hujan akan akrab lagi di hari-hari yang terus saja membosankan. Udara beberapa hari terakhir jelas sekali terasa dingin sekali, terutama saat malam. Dan kini hujan tengah menderas di luar sana yang abu-abu.
  • 28

    Jun

    Isra Mi'raj

    Baru sekarang rasanya benar-benar sadar dengan peringatan tahunan ini. Selama ini rasanya tak begitu hirau. Ini bicara semenjak tinggal di Jakarta yang hari-harinya menguras pikiran dan perasaan. Dulu saat di kampung, peringatan Isra Mi’raj pasti ramai. Pengajian di musholla-musholla atau di masjid selalu meriah. Dalam banyak kesempatan orang-orang membicarakan peristiwa hebat sekian tahun lalu yang dialami Rasulullah dengan antusias. Cerita itu begitu akrab di telinga.
  • 30

    May

    Efek Final Liga Champions

    Sudah sering ini kualami dan selalu menjengkelkan ketika datang lagi. Tak menimbulkan bahaya langsung bagi kelestarian alam dan tatanan masyarakat, tapi kalau tak bisa konsentrasi dan detak jantung tak normal laju hidup tentunya bermasalah. Aku sedang mengalami sesuatu yang tak kuinginkan. Final pertandingan liga klub papan atas Eropa kemarin yang memenangkan Barcelona benar-benar semacam penyakit buat saya. Hingga kini belum normal juga situasi di dalam diri. Ampun gusti. Semoga anda tidak tertulari. Cukup saya sendiri yang payah ini, tak ada sangkut paut apapun dengan MU tapi menderita karenanya.
  • 11

    May

    Membakar Rumput Kering

    Rakyat, mereka orang kebanyakan yang hidupnya di bawah ibarat rumput. Dan rumput yang tak lagi bisa tumbuh karena iklim tak mendukung hidup mereka pasti akan kering. Kini rakyat Indonesia secara umum adalah rumput kering itu. Mereka tidak hidup, tidak eksis sebagai mana kodratnya menjadi pengelola semesta. Mereka hanya segerombolan makhluk yang dikondisikan keadaan. Kering tak indah untuk disaksikan. Mereka rasanya belum benar-benar mati. Karena biasanya rumput kering ketika disirami akan menghijau lagi. Tapi mereka menyusahkan dan sedang tidak dianggap berarti. Maka mereka dibakar dan dikhianati. Penertiban penumpang KRL yang musiman dan tidak pernah jelas hasilnya adalah jelas pembakaran rumput kering semata. Penumpang dan petugas penertiban saling gesek dan terbakar. Hal ini pasti sej
  • 5

    May

    Hujan Hari Ini

    Tadi pagi sepertinya tak ada tanda-tanda akan hujan. Tapi meski tidak selalu lebat, hujan masih melingkupi alam sekitarku. Topi pun masih basah setelah tadi pagi kehujanan. Badan anget karena kedinginan. Hujan tentu saja fenomena yang biasa. Tapi ketika datangnya tak tentu waktu jadi membingungkan. Hitung-hitungan musim pun kini diabaikan. Hujan hari ini semoga tidak sampai malam nanti, karena ada rencana mau menghadiri pengajian yang rencananya akan diisi oleh KH. Zainuddin MZ. Hujan habiskan dirimu sebelum maghrib. Aku mau nanti malam cukup didinginkan oleh sisa basahmu di tanah. Tidak oleh siraman yang kadang membuat kulit kepala menjadi tebal.
  • 2

    May

    Osama Bin Laden Tewas?

    Sedang gencar pemberitaan tentang kematian Osama Bin Laden siang ini di media setelah Presiden Amerika Serikat Barak Obama mengumumkan lewat pidato beberapa waktu lewat. Kematian yang disambut gegap gempita oleh warga AS ini pastinya bagi pendukung Osama di segenap penjuru dunia merupakan kejengkelan yang luar biasa. Betapa dalam hal ini AS seakan-akan telah menjadi pemenang dalam perang yang rumit ini. Benar atau tidak pemberitaan tentang kematian tokoh yang merupakan momok bagi warga AS ini rasanya tidak penting. Apakah satu orang ini benar-benar telah menentukan keadaan yang berlangsung di muka bumi selama ini? Pasti tidak. Jadi seandainya memang Osama adalah seorang pemimpin teroris, kematiannya tak akan serta merta menjadikan bumi ini damai. Karena Osama pasti sekedar istilah untuk m
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post