Feb
2
2012
Tidak tahu pasti sejak kapan ada hitung-hitungan menurut waktu bulan kalau pada September sampai April adalah musim penghujan. Walau di jaman sekarang yang serba hiruk pikuk hitung-hitungan semacam itu sudah tak lagi jadi topik pembicaraan, sebagai orang yang pernah melewati masa kecil di kampung yang masyarakatnya sangat peduli dengan musim saya tetap selalu ingat bahkan kadang merenungkan hitung-hitungan itu. Terlebih sekarang, ketika musim tak lagi tentu waktunya sebagaimana mungkin dahulu kala selalu pasti kehadirannya. Yang belakangan mulai saya pikirkan adalah apakah gejala yang muncul belakangan berupa musim yang tak tentu merupakan sesuatu yang baru atau sebenarnya sejak jaman dahulu kala sudah berlangsung hal semacam ini. Orang-orang pintar memang telah sering mengeluarkan pendapat bahwa permasalahan yang berhubungan dengan alam ini karena adanya banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh sikap hidup manusia yang tak memperhatikan keseimbangan ekosistem. Namun rasanya saya tak terlalu peduli dengan debat soal semacam itu, yang menarik perhatian saya adalah apakah segala yang berlangsung dalam hidup sekarang ini benar-benar sesuatu yang baru atau sudah sejak lama berlangsung demikian. Atau setidaknya pernah pada kurun waktu tertentu hidup berpola seperti sekarang ini, penuh ketidakmenentuan dan terkesan alam hilang keseimbangan.
Tentu tak harus dijawab dengan kepastian pertanyaan saya itu. Mungkin akan lebih pantas dianggap sebagai bagian dari menikmati musim penghujan yang sekarang jelas pantas disebut demikian karena setiap hari untuk beberapa hari belakangan hujan selalu turun.
no comments | tags: hujan
Nop
24
2011
Semalam (23/11/11)sudah mulai kunikmati banjir. Banjir kecil-kecilan, tapi terjadi di banyak tempat yang kulewati saat menuju rumah. Hujan lebat konon berlangsung sejak menjelang maghrib di daerah Jakarta Selatan, sedang aku baru menemui hujan pada saat maghrib tepatnya ketika berada di stasiun Kalibata.
Saat berjalan menuju rumah yang jaraknya tidak jelas karena jalannya berkelok-kelok melewati perumahan padat, saat itulah banjir kulalui dengan perasaan yang sepertinya asyik. Lama tak bermain-main di genangan air, semalam rasanya ingin berlama-lama menikmati percik dan hempasan air yang pastinya kotor karena berasal dari got mampat. Tapi sekali dua kali setahun kuikir tak apalah.
Sekarang sudah mendung lagi, terbayang pulang hujan-hujanan lagi dan berkecipak lagi. Semoga banjirnya tetap menyenangkan, bukan hanya bagi saya tapi bagi semua. Dan semoga tak ada lagi orang yang mempermasalahkan kehadiran banjir di manapun.
no comments | posted in catatan
Nop
17
2011
Dulu pernah aku mengharamkan rokok ketika dirasa rokok tak jelas manfaatnya. Namun kesombongan itu ternyata memalukan, karena kemudian aku jadi perokok dalam pergaulan. Dan lama aku memaklumi rokok.
Kini ketika paru-paru mulai bermasalah karena gampang terkena batuk dan selalu merasa terganggu ketika ada orang merokok, terpikir lagi soal rokok haram dulu. Apakah ini sikap lazim manusia, membenci pada suatu ketika lalu menyukai di saat lain dengan mudah. Tapi rasanya ada masalah dengan mentalku.
Ah!
no comments | tags: aku, rokok
Nop
15
2011
Sekarang Indonesia sedang berpersta rupanya. Memimpin klasmen sementara perolehan mendali emas dan tim sepakbolanya bermain luar biasa.
Dan biasa, seperti dalam pesta pada umumnya, sikap gegap gempita tak terhindarkan seakan semua yang dirayakan kini layak dilakukan. Mungkin layak, tapi kita sebagai tuan rumah dalam event dua tahunan ini ibarat orang tua yang sedang bermain dengan anak-anak dan keponakan, kalaupun senang mestinya senang dengan tidak melupakan rasa malu karena mengalahkan anak-anak jelas tak ada hebatnya.
Ya, kita orang tua bagi mereka. Kita bangsa tua dengan masa lalu yang tercatat sebagai luar biasa. Kita juga negara dengan jumlah penduduk yang seandainya seluruh negara peserta Sea Games digabung belum tentu menyamai dalam hal banyaknya.
Jadi santai saja lah, anggap ini pesta, tapi buat mereka dan kita penjamunya.
no comments | tags: pesta, Sea Games | posted in catatan
Okt
18
2011
Sudah beberapa hari, suhu udara di Jakarta rasanya meningkat. Saya rasakan benar kondisi ini setiap malam hari. Biasanya saya kalau buka baju pada malam hari selalu tak nyaman karena gampang kedinginan, tapi dua tiga hari terakhir keadaanya seperti lain, kringat terus menerus keluar dan benar-benar menyebalkan. Olah raga pagi yang biasanya hanya keluar keringat sedikit, kini bisa menghasilkan basah seperti basahnya orang yang lari maraton. Kalau sudah begini, melihat banjir di Bangkok jadi kepengin ikutan. Halah…
2 comments | tags: Jakarta, panas | posted in keluhan
Sep
7
2011
Sebulan menjalani puasa di Romadlon kemarin sempat berharap ditutup dengan hujan saat perayaan Iedul Fitri. Sayang harapan tak terpenuhi walau mendung sempat menggunung.
Dan kini seminggu setelah lebaran masih tak ada tanda akan turun hujan yang dirindukan. Sebenarnya tak begitu butuh juga pada hujan. Tapi melihat banyak taman menjadi gersang dengan rumput kering dan tanah merekah, rasanya kasihan juga pada tetumbuhan yang mati itu. Bagaimana juga kiranya keadaan di desa sana, para petani dengan segala tanamannya.
Akan sampai kapan kiranya, tentu saja tak ada yang tahu. Bahkan tekhnologi yang konon kini sudah demikian canggih pun hanya bisa digunakan untuk pameran. Yang jelas, apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua. Tentu kalau kita mengaku sebagai orang beriman.
no comments | tags: beriman, kemarau, panas, rumput
Sep
5
2011
Seminggu sudah lebaran berlalu. Orang Jawa menyebut saat sekarang dengan Bada Wekasan. Artinya tak ada lagi salam-salaman dan ucapan Minalaidin Wal Faizin.
Saya sebagai generasi baru tak begitu akrab dengan istilah ini dan tradisi yang menyertainya, tapi sepintas lalu masih ingat dulu saat anak-anak sering mendengar ungkapan semacam itu. Jadi entah benar atau tidak ada hal semacam itu.
Yang pasti kampung kembali sepi karena kerabat telah kembali ke kota. Dan kota pun ramai lagi karena yang mudik telah tiba kembali dan siap sibuk seperti biasanya. Maaf-maafan sudah dilakukan, kini siap kembali untuk sikut-sikutan.
Selamat berjuang.
no comments | tags: balik, lebaran, mudik | posted in ulasan
Agu
1
2011
Hidup di jaman tekhnologi informasi begini yang namanya puasa pasti sulit bukan main. Menahan diri buat makan dan minum tentu mudah, tapi menahan diri agar tidak berkata yang tidak baik pasti sulit. Karena tidak ngomong lisan sangat mungkin akan ngomong lewat tulisan. Sekarang ada facebook, ada twitter dan lain-lain yang selalu menggoda kita agar cuap-cuap sampai muak. Semoga kita tetap terlindungi di jaman sulit ini.
Selamat berpuasa.
no comments | tags: puasa, romadlon | posted in catatan
Jul
14
2011
Detik bagi-bagi 13 iPad2 sejak tanggal 11 Juli kemarin benar-benar bikin ngiler. Sudah ikutan bikin ucapan selamat sejak hari pertama tapi nama tak nongol-nongol di kolom pemenang, halah. Bikin jantung nggak normal nungguinnya, ayo…datanglah iPad2 padaku, akan kusambut kau dengan antusias.
no comments | tags: iPad2 | posted in keluhan
Jul
4
2011
Setelah tak ada hujan beberapa pekan kini sepertinya hujan akan akrab lagi di hari-hari yang terus saja membosankan. Udara beberapa hari terakhir jelas sekali terasa dingin sekali, terutama saat malam. Dan kini hujan tengah menderas di luar sana yang abu-abu.
no comments | tags: dingin, hujan | posted in catatan